Sejumlah Mafia Tanah Ditangkap, Raja Juli: Membuat Kementerian Kami Semakin Dipercaya

JAKARTA, - Enam pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) di beberapa wilayah ditangkap polisi terkait kasus mafia tanah. Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sudah berpesan ke Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto, untuk berhati-hati.

"Sejak pertama kali dilantik oleh Pak Jokowi, Pak menteri sudah memberi peringatan 'Hati-hati para Mafia Tanah'," ujar Toni melalui akun Twitternya, Jumat (15/7).

Toni menyebut penangkapan mafia tanah adalah bukti Hadi serius menanganinya. Toni mengatakan bahwa Hadi aktif berkomunikasi dengan penegak hukum.

"Jadi peristiwa penangkapan di Jaksel itu tentu merupakan bukti bahwa Pak Menteri tidak main-main," lanjutnya.

"Penangkapan tersebut adalah bagian dari kerja Satgas Anti-Mafia Tanah. Dimana sebagai Menteri ATR-BPN, Pak Menteri secara pro aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pihak penegak hukum agar pemberantasan Mafia Tanah bisa lebih efektif," lanjutnya.

Toni mengatakan bahwa Hadi meminta pejabat ATR-BPN untuk menjaga integritas dan meningkatkan pelayanan kepada rakyat. Toni menyebut Hadi akan menindak tegas jika ada pejabat yang curang.

"Kemarin, pada pelantikan 1100-an pejabat di lingkungan ATR-BPN, Pak Menteri kembali mengingatkan agar semuanya menjaga integritas dan moralitas. Meningkatkan pelayanan kepada rakyat dan tidak menjadi bagian dari mafia tanah," katanya.

"Bila ada pejabat ATR-BPN yang 'masuk angin' maka Pak Menteri sendiri tegaskan, akan menindak tegas tanpa pandang bulu," lanjutnya.

Toni memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah bergerak cepat memproses mafia tanah.

"Tentu saya mengapresiasi gerak cepat aparat kepolisian dalam mendukung program bersih-bersih Mafia Tanah di tubuh ATR-BPN. Ini akan membuat kementerian kami semakin dipercaya oleh rakyat," kata Toni.



sumber: www.jitunews.com